Tampilkan postingan dengan label Hot Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot Tips. Tampilkan semua postingan

Desain Sepatu yang Oke

Rabu, 17 Maret 2010


Sepatu yang terlihat menarik dan bagus, tak selalu berarti baik untuk kondisi kaki Anda. Perhatikan desain dan bentuknya agar Anda tak menyesal setelah membeli. Tak jarang sepatu cantik bisa meninggalkan bekas luka di sana-sini karena terlalu ketat dan bergesek dengan kulit Anda. Supaya tak menyesal saat membeli sepatu, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda perhatikan saat mencoba sepatu yang ingin dibeli. Tak perlu diingat semua, tapi yang penting Anda paham bahwa sepatu yang nyaman adalah investasi terbaik untuk kaki Anda.

- Terpasang dengan nyaman dan mampu menggenggam kaki secara maksimal.

- Sepatu harus fit atau pas di kaki dan mampu menahan titik berat tubuh secara maksimal.

- Dari bagian depan telapak kaki hingga tumit tidak ada yang tertekan. Bagian terluas sepatu harus sesuai dengan bagian terluas kaki (biasanya ada di belakang jempol dan kelingking).

- Panjang sepatu harus mampu menahan tekanan saat kaki bergerak. Artinya,a da sisa ruang yang cukup (tidak kurang atau lebih) yang memungkinkan kaki nyaman saat tubuh beraktivitas. Cukup ketat untuk menghindari gesekan ke depan dan belakang.

- Punggung kaki atau tengah sepatu (biasanya tepat di tempat tali sepatu) harus sedikit longgar dan tidak membebani atau mengikat terlalu kencang.

- Heel atau hal sebaiknya tak lebih dari 4cm, pas untuk genggaman kaki, membatasi gerak berlebihan, dan antiselip.

- Cukup ruang untuk perubahan volume saat telapak kaki mengembang, terutama saat beraktivitas.

- Seimbang. Sol tidak terlalu tebal agar tidak membatasi gerak normal kaki saat berjalan. Bola solnya convex (seperti bakiak) akan terjadi rocking, yang bisa memengaruhi stabilitas lateral.

- Dapat mentransfer berat badan ke lantai secara efektif dan merupakan fondasi yang baik. Sepatu sebaiknya ringan, sehingga tidak terlalu membebani kaki.

- Terbuat dari bahan yang lembut dan agak elastis.

Mengatasi Bibir yang Pecah-pecah

Rabu, 10 Maret 2010


Suka membasahi bibir dengan cara menjilat ketika merasa bibir Anda kering? Padahal, bibir bisa makin kering dan bahkan pecah-pecah jika Anda mencoba membuat bibir jadi lembap dengan membasahinya dengan air liur. Hal ini disebabkan oleh zat asin dari air liur. Jika Anda bekerja di ruangan ber-AC dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan bibir menjadi kering dan pecah-pecah makin besar.

Untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah, ikuti tips dari Audrey Kunin, dermatolog dari Kansas City, Missouri, berikut.

1. Pilih pelembap yang tepat
Gunakan pelembap yang mampu melekat agar cepat meresap ke bagian yang pecah-pecah. Sebaiknya pelembap mengandung bahan seperti shea butter, ataupun yang mengandung senyawa petrolatum dan dimethicone yang berfungsi menjaga kelembapan dan tekstur kulit. Jika Anda sering bertugas di bawah terik matahari gunakan pelembap dengan SPF (sun protection factor) agar bibir tidak menghitam.

2. Gunakan lipbalm yang mengandung pH balance
Kadang, pemakaian peralatan kosmetik, pasta gigi, obat kumur, dan pembersih muka bisa merusak keseimbangan pH kulit Anda. Nah, lebih baik cari bahan yang memang seimbang dengan pH kulit Anda (pH 7).

Akan cukup membantu bila Anda menggunakan lipbalm setelah menggosok gigi atau mencuci muka. Sebab kandungan detergen atau alkohol dalam produk pembersih wajah dan gigi itu bisa menyebabkan kekeringan.

3. Gunakan masker madu
Madu tidak hanya baik untuk masker wajah. Saat Anda menggunakan masker ini, oleskan juga pada bibir. Untuk perawatan sehari-hari, oleskan 3-4 tetes madu ke bibir sebelum tidur.

4. Lipbalm dengan alpha hydroxy acid
Jangan mengelupasi kulit bibir yang pecah. Hal ini dapat mengakibatkan perih dan bahkan berdarah. Bibir pun jadi lebih sensitif. Untuk mengangkat lapisan kulit mati itu, gunakan lipbalm yang mengandung alpha hydroxy acid. Jangan menggunakan scrub, washlap, atau alat lain yang bisa melukai bibir.

5. Perbanyak minum dan makan buah
Jika Anda mengalami bibir pecah tanpa mengenal waktu, kemungkinan Anda kurang minum, atau kekurangan serat. Perbanyak makan buah dan sayur-sayuran sehingga menjadi tidak kekurangan gizi.

 

Browse